Seabrek catatan gado-gado blogger amatiran yang tak kunjung pandai menghiasi blognya yang simpel ini...
Biologi dan kehidupan :)
Rerumputan hijau diterpa matahari yang menyembul di balik awan
2012/04/30
2012/04/27
Hasil Tes Kepribadian_Pemikir Analitis
Beberapa hari yang lalu saya mencoba mencari tes IQ agar saya dapat mengetahui bakat dan kemampuyan saya... Akan tetapi agaknya saya justru lebih tertarik saat melihat tes kpribadian sehingga saya mencoba tes ini. Hasilnya... 80% menggambarkan diri saya sedangkan 20% lainnya masih dalam tahap diragukan.
Pemikir Analitis adalah orang-orang pendiam dan tidak banyak bicara. Mereka suka menggali hingga ke dasar masalah – rasa ingin tahu adalah dorongan terbesar mereka. Mereka ingin tahu apa yang menyatukan dunia jauh di dalamnya. Mereka tidak butuh lebih banyak untuk kebahagiaan mereka karena mereka adalah orang-orang yang rendah hati. Banyak ahli matematika, filsuf, dan ilmuwan merupakan tipe ini. Tipe Pemikir Analitis tidak suka kontradiksi dan ketidaklogisan; dengan kecerdasan mereka yang tajam, dengan cepat dan menyeluruh mereka menangkap pola, prinsip, dan struktur. Secara khusus mereka tertarik dengan sifat mendasar segala hal dan penemuan-penemuan teoritis; bagi mereka, tidak penting apakah mereka harus menerjemahkannya menjadi tindakan-tindakan praktis atau membagi pemikiran mereka kepada orang lain. Tipe Pemikir Analitis suka bekerja sendiri; kemampuan mereka untuk berkonsentrasi lebih menonjol dibanding tipe kepribadian yang lain. Mereka terbuka dan tertarik pada informasi baru.
Tipe Pemikir Analitis hanya memiliki sedikit ketertarikan pada masalah sehari-hari – mereka selalu agak seperti „profesor linglung“ yang rumah dan tempat kerjanya berantakan dan hanya mengkhawatirkan diri sendiri dengan hal-hal dasar seperti kebutuhan fisik ketika hal itu menjadi sangat tidak bisa dihindarkan. Pengakuan atas karya mereka oleh orang lain juga memegang peranan penting bagi mereka; secara umum, mereka cukup mandiri dalam hubungan sosial dan sangat mengandalkan diri sendiri. Oleh karena itu tipe Pemikir Analitis sering memberi kesan kepada orang lain bahwa mereka arogan atau congkak – terutama karena mereka tidak ragu untuk melontarkan isi kepala mereka dengan kritik mereka yang biasanya pedas (sekalipun beralasan) dan rasa percaya diri mereka yang tak tergoyahkan. Orang-orang di sekitarnya yang tidak kompeten tidak akan lolos dengan mudah dari mereka. Namun barangsiapa berhasil memenangkan rasa hormat dan ketertarikan mereka akan mendapatkan orang yang jenaka dan sangat cerdas untuk diajak berbincang. Pasangan yang membuat seseorang takjub dengan pengamatannya yang tajam dan selera humornya yang getir.
Butuh waktu sebelum tipe Pemikir Analitis bisa berteman, namun biasanya mereka akan berteman seumur hidup. Mereka hanya butuh sedikit orang di sekitar mereka. Kemampuan yang paling penting bagi mereka adalah kecocokan dan dengan demikian memberi mereka inspirasi. Kewajiban sosial yang terus-menerus dengan cepat membuat mereka jengkel; mereka butuh banyak waktu sendiri dan sering menarik diri dari orang lain. Pasangan mereka harus menghargai ini dan mengerti bahwa ini bukan karena kurangnya kasih sayang. Begitu mereka sudah memutuskan menyukai seseorang, tipe Pemikir Analitis adalah pasangan yang setia dan dapat diandalkan. Namun demikian, Anda jangan mengharapkan romansa dan ekspresi perasaan berlebih dari mereka dan mereka jelas akan lupa ulang tahun pernikahan mereka. Namun mereka selalu siap menyambut malam yang diisi dengan perbincangan menggairahkan dan segelas anggur lezat!
Pemikir Analitis adalah orang-orang pendiam dan tidak banyak bicara. Mereka suka menggali hingga ke dasar masalah – rasa ingin tahu adalah dorongan terbesar mereka. Mereka ingin tahu apa yang menyatukan dunia jauh di dalamnya. Mereka tidak butuh lebih banyak untuk kebahagiaan mereka karena mereka adalah orang-orang yang rendah hati. Banyak ahli matematika, filsuf, dan ilmuwan merupakan tipe ini. Tipe Pemikir Analitis tidak suka kontradiksi dan ketidaklogisan; dengan kecerdasan mereka yang tajam, dengan cepat dan menyeluruh mereka menangkap pola, prinsip, dan struktur. Secara khusus mereka tertarik dengan sifat mendasar segala hal dan penemuan-penemuan teoritis; bagi mereka, tidak penting apakah mereka harus menerjemahkannya menjadi tindakan-tindakan praktis atau membagi pemikiran mereka kepada orang lain. Tipe Pemikir Analitis suka bekerja sendiri; kemampuan mereka untuk berkonsentrasi lebih menonjol dibanding tipe kepribadian yang lain. Mereka terbuka dan tertarik pada informasi baru.
Tipe Pemikir Analitis hanya memiliki sedikit ketertarikan pada masalah sehari-hari – mereka selalu agak seperti „profesor linglung“ yang rumah dan tempat kerjanya berantakan dan hanya mengkhawatirkan diri sendiri dengan hal-hal dasar seperti kebutuhan fisik ketika hal itu menjadi sangat tidak bisa dihindarkan. Pengakuan atas karya mereka oleh orang lain juga memegang peranan penting bagi mereka; secara umum, mereka cukup mandiri dalam hubungan sosial dan sangat mengandalkan diri sendiri. Oleh karena itu tipe Pemikir Analitis sering memberi kesan kepada orang lain bahwa mereka arogan atau congkak – terutama karena mereka tidak ragu untuk melontarkan isi kepala mereka dengan kritik mereka yang biasanya pedas (sekalipun beralasan) dan rasa percaya diri mereka yang tak tergoyahkan. Orang-orang di sekitarnya yang tidak kompeten tidak akan lolos dengan mudah dari mereka. Namun barangsiapa berhasil memenangkan rasa hormat dan ketertarikan mereka akan mendapatkan orang yang jenaka dan sangat cerdas untuk diajak berbincang. Pasangan yang membuat seseorang takjub dengan pengamatannya yang tajam dan selera humornya yang getir.
Butuh waktu sebelum tipe Pemikir Analitis bisa berteman, namun biasanya mereka akan berteman seumur hidup. Mereka hanya butuh sedikit orang di sekitar mereka. Kemampuan yang paling penting bagi mereka adalah kecocokan dan dengan demikian memberi mereka inspirasi. Kewajiban sosial yang terus-menerus dengan cepat membuat mereka jengkel; mereka butuh banyak waktu sendiri dan sering menarik diri dari orang lain. Pasangan mereka harus menghargai ini dan mengerti bahwa ini bukan karena kurangnya kasih sayang. Begitu mereka sudah memutuskan menyukai seseorang, tipe Pemikir Analitis adalah pasangan yang setia dan dapat diandalkan. Namun demikian, Anda jangan mengharapkan romansa dan ekspresi perasaan berlebih dari mereka dan mereka jelas akan lupa ulang tahun pernikahan mereka. Namun mereka selalu siap menyambut malam yang diisi dengan perbincangan menggairahkan dan segelas anggur lezat!
Harap
sifat cintakulah takut berharap.
aku tak ingin terbang lalu jatuh dari ketinggian
sakit sekali rasanya
kita tak pernah tahu hati orang lain
adakah tempat tersisa untuk kita
pada ruang hatinya
orang yang kau kira juga menyayangimu
tapi tak pernah kau tahu
apakah ia berpura-pura atau tidak
bisa jadi ia membohongimu
kau hanya tertipu,
dan itu menakutkan
hanya saja, sayang sekali
sekali harapan itu merambatimu,
ia akan menjeratmu hingga tamat
harap.
ia tak terpungkiri lisanmu
karna ia bertahta di hatimu
aku tak ingin terbang lalu jatuh dari ketinggian
sakit sekali rasanya
kita tak pernah tahu hati orang lain
adakah tempat tersisa untuk kita
pada ruang hatinya
orang yang kau kira juga menyayangimu
tapi tak pernah kau tahu
apakah ia berpura-pura atau tidak
bisa jadi ia membohongimu
kau hanya tertipu,
dan itu menakutkan
hanya saja, sayang sekali
sekali harapan itu merambatimu,
ia akan menjeratmu hingga tamat
harap.
ia tak terpungkiri lisanmu
karna ia bertahta di hatimu
2012/04/26
secabik cinta
secabik cinta yang terkoyak
ceking dan kerempeng
layu tapi belum mati
diam menunggu usai perkara
yang menyita perhatian darinya
diam menunggu saat tepat ia menikam
ceking dan kerempeng
layu tapi belum mati
diam menunggu usai perkara
yang menyita perhatian darinya
diam menunggu saat tepat ia menikam
2012/04/17
Siksa
kecamuk tercecar
menghampiri ambang batas kewarasan
aku oleng
kekalutan merangsek, menceracau
seakan cadas meloncat turun
keras, berdebam tajam
dilema muncul dari perapian
o pusing
aku ada di mana?
duniakah atau neraka
tapi aku tak bisa merasa
kali ini lecut juga hambar
busuk tak terbau
bising juga tak terdengar
yang ku tahu aku disiksa
tapi kulitku tak tumbuh lagi
hidungku tersumbat
gendang telingaku tak bergetar
aku mati
tapi kulihat semua siksa
mengerubungi batinku
menghampiri ambang batas kewarasan
aku oleng
kekalutan merangsek, menceracau
seakan cadas meloncat turun
keras, berdebam tajam
dilema muncul dari perapian
o pusing
aku ada di mana?
duniakah atau neraka
tapi aku tak bisa merasa
kali ini lecut juga hambar
busuk tak terbau
bising juga tak terdengar
yang ku tahu aku disiksa
tapi kulitku tak tumbuh lagi
hidungku tersumbat
gendang telingaku tak bergetar
aku mati
tapi kulihat semua siksa
mengerubungi batinku
Langganan:
Postingan (Atom)
