Biologi dan kehidupan :)

Biologi dan kehidupan :)
Rerumputan hijau diterpa matahari yang menyembul di balik awan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Spexsolid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Spexsolid. Tampilkan semua postingan

2014/03/31

ATF.SpeXsolid, 1 April setahun yang lalu

            Ummul Mukminin tempatku merajut segala kenangan indah penuh warna selama 6 tahun disini, ditempat yang merupakan rumah kedua untukku. pertemuanku dengan mereka adalah awal dari segalanya, awal dari kisah yang tak akan pernah kulupakan slamanya. masa putih biru kulalui dengan banyak hal mulai dari belajar mengenal mereka, mengenal lingkungan sekitarku, mengenal dunia baruku. ditempat inilah aku tumbuh menjadi pribadi yang kuat, pribadi yang diinginkan orangtuaku. tak kenal lelah siang dan malam kurajut cita, cinta dan mimpiku disini. masih tetap besama mereka saudara, kawan, sahabat, teman, keluarga seperjuanganku.

Hari demi hari berganti waktu berjalan sangat cepat tak terasa waktu akan memisahkan kami membawaku menuju gerbang cakrawala putih abu2. rasa tak rela meliputiku satu persatu kenangan selama hampir 3 tahun bermain main diotakku seperti kaset rusak. kadang air mata jatuh, belum dan tak akan pernah siap untuk perpisahan.  tapi, waktu tak dapat menahan lajunya. ATF SPEXSOLID ku yang terbentuk pada tanggal 1 April 2008 itu harusberpisah, memulai hidup baru, menuai air mata kesedihan yang tak terbendung.
hari baru hidup baru dimulai kembali dengan menyandang status sebagai siswi putih abu abu. bersama mereka yang kucintai teman temanku walaupun tak selengkap dulu lagi karena sebagian dri mereka memutuskan untuk mengakhiri perjuangannya ditempat ini. namun yang baru datang menggantikan yang telah pergi. yaa... bersama mereka yang baru kumulai kembali hariku disini. kembali merajut mimpi, menyongsong masa depan.
ceritaku penuh dengan rasa, ada pahit, manis, asam dan asin bagai permen nano nano. canda tawa dan air mata kadang menghiasi perjalanan panjang kami yang berliku penuh rintangan. tak jarang caci dan maki menghunjam generaiku yang tercinta ini, namun kami tetap kuat saling berpegangan tangan, saling menyemangati. tahun tahun kami habiskan dengan belajar dan membentuk ikatan kasih yang bernama persahabatan dan persaudaraan. kutemukan keluargaku disini, mutiara hatiku, harta paling berharga yang Tuhan hadiahkan untukku. teman teman, tempat berbagi segala hal, teman yang tak kenal lelah untuk memberikan semangat dan kekuatan untuk tetap bertahan menghabiskan sisa sisa waktu yang kami miliki, ditempat ini. kekompakan dalam segala hal kami lakukan persaingan secara sehat membuat kami semakin terlihat sebagai satu kesatuan tanpa celah.
masalah datang bertubi tubi tanpa henti menyerang kami, berusaha meruntuhkan pertahanan kami. Pembina yang tak tahu apa apa tentang kami berusaha menjatuhkan dengan berbagai macam cemoohannya, gunjingan sana sini yang membicarakan kami sebagai generasi bobrok yang tak ada apa apanya dibanding generasi sebelum sebelumnya. kami terjatuh namun berusaha untuk bangkit kembali membuktikan kepada mereka bahwa kami BISA.
detik detik perpisahan sudah nampak didepan mata, kami mulai menghitung hari. tak terasa waktu kembali datang menjemput dan memisahkan kami. debar- debar tak kasat mata mulai terasa,bertalu talu direlung hati kami, kembali akan terlihat air mata mengenang dipelupuk mata kami. tak terasa perjuanagn kami akan berakhir, membawa kami pada hidup selanjutnya.
bagaimana nantinya aku tanpa mereka, sanggupkah aku menjalani hariku tanpa mereka? tak rela, taksiap dan tak mau, Tuhan.... aku ingin tetap bersama mereka, jalani hariku. tapii, Tuhan tidak akan menghentikan waktu, waktu tetap bejalan sebagaimana mestinya. cepat atau lambat perpisahan akan tetap terjadi. kunikmati setiap detik penuh makna ditempat ini, setiap detik yang nantinya akan menjadi cerita dan tidak akan pernah terulang kembali, bagaimanapun caranya.
kuperhatikan mereka satu persatu yang sedang tersenyum bahagia menghabiskan waktu bersama. tawa, suara dan segala hal yang berhubungan dengan mereka adalah ISTIMEWA. Mereka penyemangatku, sumber kekuatanku. tanpa mereka, aku bukanlah siapa siapa. mereka itu oase di tengah gurun yang tandus, pelangi dilangit yang mendung, cahaya digelapnya malam...  Mereka segalanya.. aku bangga dan bahagia bisa berada di tengah tengah mereka.
Tuhan, Engkau lah sutradara dari scenario yang tengah kami perankan. seandainya bisa, aku akan meminta untuk memperpanjang scenario ini, aku ingin berada lebih lama di tengah tengah pemain-Mu. tapi, aku tahu sekeras apapun aku meminta Engkau tak akan mengabulkannya. scenario singkat ini cepat atau lambat akan segera berakhir. aku tak percaya tapi harus menerima. aku tak mau ditinggalkan tapi harus bisa.
Kubiarkan air mata mengalir membasahi tulisan tulisan penuh cinta ini. biarkan saja koridor, dinding kelas, bilik bilik kamar, seragam putih abu abu menjadi saksi bisu selama pejalanan kita selama 6 tahun berada di tempat ini. tempat sejuta kenangan bermuara, kenangan yang melegenda sepanjang masa. abadi selamanya. sahabatku, Spexsolid kemanapun aku pergi, jadi apapun aku dimasa datang, kalian tetap dihatiku, takkan tergantikan. sampai jumpa dimasa akan datang aku sayang kalian. kalian terhebat. peluk cium dari aku.
Spexsolidku, teman teman terhebatku, sebentar lagi Ujian Nasional akan menghampiri kita. dan jalan panjang setelah itu akan terbentang jauh berpuluh tahun lagi. semoga kita bisa mengingat apa yang terjadi disini, di ma’had tempat dimana kita di pertemukan. semoga apa yang kita dapatkan disini akan selalu membekas dihati kita. apa yang bermula disaat kita memasuki gerbang biru di depan sana untuk pertama kalinya, dan tak akan pernah berakhir selama masih ada KITA.
Semua hanya masalah waktu. segalanya akan berubah menjadi rindu yang menggantung dipucuk hati kita masing masing. kita akan merindukan tempat ini, merindukan ranjang duasusun, merindukan suara ompreng bising setiap jam makan siang, merindukan kegelisahan saat matahari sudah tinggi sedang kita belum menemukan seragam pinjaman untuk kesekolah. Merindukan asrama berlorong dengan 10 kamar didalamnya degan huruf S besar didepannya, itu adalah kebetulan yang indah. Merindukan dapur jorok yang mau tidak mau tetap kita gunakan.  Merindukan saat saat kita terbebas dari pelajaran kelas dan menyanyi keras dengan suara sumbang dengan pukulan berirama di meja yang hanya akan berakhir saat Bapak Kepala Sekolah datang dan menenteng laptop beserta buku paket Fisikanya. Merindukan saat saat kta terlambat dan menemukan Bapak Kepala Sekolah yang telah berdiri disamping kantor sambil smenyiapkan hukuman. Merindukan saat nyonya besar asrama tengah menghitung mundur sedang kita belum menemukan kamar mandi kosong atau teman pasangan mandi. Merindukan segalanya, apa saja yang kita lakukan di tempat ini.
6 tahun yang lalu, ditempat ini segalanya bermula. dimulai dari perkenalan kecil yang melebar menjadi kekeluargaan yang menyatukan AKU dan KALIAN, menjadi satu kata ‘KITA’. Bukankah ini yang selalu kita sebut takdir? semacam, garis tangan Tuhan. Karena sudah pasti TUhan yang merancang semuanya. Tuhan yang menakdirkan kita lulus disekolah ini meski tidak sedikit dari kita yang hanya menjawab asal saat tes waktu itu. itu benar benar takdir, bukan? karen atidak mungkin ini hanya kebetulan, bahkan kebetulan yang indah sekalipun. Karena 6 tahun seatap bersama, berbagi oksigen bersama, hidup sekarat dalam seabrek kesederhanaan, apa yang seperti itu masih pantas kita sebut dengan kebetulan? sangat tidak pantas, kawan!!
dan saat ini adalah tahun terakhir kita! satu bulan terakhir kita ! satu bulan terakhir sebelum eksistensi tanpa jarak kita berakhir. sebelum waktu benar benar menciptakan jarak antara kita. sebelum Tuhan menciptakan tembok pemisah diantara kita,menjadikan kita seperti manikmanik berhamburan. dan sebelum jarak yang dibuat takdir itu menjdikan rindu semakin berarti. semoga suatu saat nanti, waktu itu tiba, rindu itu benar benar berarti.yaa, kuharap sepeti itu.
tapi kenapa semuanya tersa begitu asing, bahkan sebelum waktu itu datang? bukankah, tidak seperti ini yang kita bayangkan dulu? bukankah, yang kita harapkan dulu penghabisan masa kebersamaan tanpa jarak kita akan sangat indah? menjadi perpisahan termanis sepanjang masa? mungkin, memang ini yang namanya idealism, hanya idealisme. kenyataan yang berbeda dengan apa yang diharapkan sebelumnya. tapi, apa pengharapan itu tidak bisa kita wujudkan? ada sudah menjadi harapan tinggal harapan?? .
Kenapa diantara kita masih banyak yang terlalu meninggikan EGOIS? bukankah kita selalu bilang raga kita banyak tapi hati kita satu? tapi, kenapa masih mementingkan diri sendiri? lagipula, apa gunanya bertahan dalam keegoisan? apakan kalian fikir dengan egois kalian bisa bebas dan hidup bahagia? TIDAK!! kalian fikir, egois bisa menciptakan kenangan? TIDAK ! lalu, mengapa masih mementingkan diri sendiri? pun kalau bukan diri sendiri, pasti mementingkan kepentingan satu orang saja. Nah, lalu yang lain itu siapa? bukan siapa siapa? atau mungkin hanya sekedar figuran dalam film lepas yang hanya skali dua kali melintas? lalu kalian fikir ini seperti ruang antah berantah yang bebas kalian masuki saat tak punya siapa siapa? kita ini satu, satu kesatuan dalam persatuan! Tolong jangan dipecahkan! ini saja sudah retak, sekali jatuh, habis sudah!
Sekarang kita berbicara tentang SPEXSOLID, bukan playgroup, Freaxacta, Extizen ataupun Social Troop. Bukan pula asrama satu, ikwas ataupun Manto’. juga bukan tentang persahabatan persahabatn kecil yang ada ditengah tengah kita. tapi ini adalah tentang kita, 128 orang yang mengatasnamaka SPEXSOLID! jadi, mengapa kita harus berkubu kubu seperti ini? seperti sudah saling tak peduli.
Saat saat krisis seperti ini, saat kita sudah retak, tolong jangan menghitung mundur hari hari terakhir kita dengan harapan waktu cepat berjalan. dan kita akan benar benar keluar. dan semua masalah selesai. kalian fikir, saat kita keluar kita bukan teman lagi? saat kita keluar, tidak ada lagi Spexsolid? jadi jika memang betul seperti itu, untuk apa kita bertahan hadup bersama selama 6 tahun jika akhirnya tetap saja saling melupakan?
Belum lagi, saling tusuk dari belakang, saling cerita dari belakang. apa susahnya diungkapkan? pun, kalau susah kenapa tidak dipendam saja? diam itu emas, toh semua orang punya kekurangan. Kemana semua pengertian yang 6 tahun belakangan ini kita tumbuhkan?
Permusuhan, amarah, dendam atau apapun itu yang menggelak dalam hati kita kini hanyalah efek samping dari ingteraksi terus menerus yang menimbulkan bara kecil seperti itu. itu wajar, nanti bila kita sudah dewasa, beranak cucu, kita pun akan menyadari bahwa kita merindukannya. masa masa seperti ini, masa masa saat kita bersama.
6 tahun bersama, apa tidak ada hasrat kita berupaya mempersembahkan kenangan terbaik untuk teman teman kita yang telah mewarnai hari hari kita selama ini? Sudikah kiranya kalian menutup lembaran hari hari terakhir kita ini dengan sgala benci yang menyusup dalam canda tawa kita? Esok hari semuanya akan berubah, kawan. tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaikinya.  jadi sudahlah kawan, lupakan semua masalah itu. biarkan semuanya berlalu. Anggap saja itu adalah suatu tahap pendewasaan.
ATF SPEXSOLID ku, saat ini, dimalam penuh kebahagiaan ini, biarkan kita mengingat setiap detik kenangan kenangan selam 6 tahun terhebat kita. 6 tahun kita yang begitu berharga. Biarkan memori itu  berkelebat memenuhi kepala, mengingat betapa indahnya kita. menampilkan hari hari kita yang penuh carita manis. senyuman tulus itu.. tangisan pilu ituu.. kemarahan itu.. tawa lepas itu.. bersatu dalam kebersamaan kita.. Kebersamaan yang selalu berhasil meluruhkan segala keraguan, kepiluan, kesedihan,... yang berujung pada peluk tangismu, dekapan hangat mu yang begitu menenangkan. meyakinkan bahwa kita akan baik baik saja, bahwa kita  akan tetap kuat, bahwa kau akan selalu ada bersamaku, bahwa akan selalu membelaku dalam setiap masalahku, bahkan sekalipun aku yang bersalah, bahwa kita akan selalu menjadi kesatuan yang kokoh bahkan sekalipun jarak dengan perlahan memisahkan kita.
Aku, hanyalah seorang yang lemah tanpa kalian. Aku selalu tak bisa kuat tanpa ada kalian yang memberiku semangat. dan aku, tak ingin kita berpisah walau seluruh dunia meneriakiku bahwa kita akan pasti berpisah. aku benar benar tak ingin berpisah. apa kalian njuga merasa begitu? atau hanya aku saja? jawab aku kawan! apa hanya aku saja yang merasa begitu? kalian mungkin tak membtuhkanku, tapi aku membutuhkan kalian! Aku selalumerasa lemah tanpa kalian, aku belum bisa kuat untuk perpisahan ini. maka bantulah aku, kawan! Bantu aku untuk menjadi kuat tanpamu. Bantu aku untuk tetap kuat walau tanpa rangkulanmu lagi. Bantu aku untuk tetap tegar jika aku terjatuh walau tak ada semangatmu lagi untuk membangkitkan aku.
Saai ini, dimalam penuh kebahagiaan ini, disetiap detik kebersamaan berharga kita yang terus saja berkurang... Biarkanlah setiap memori kebersamaan kita ikut hadir dalam momen ini. Biarkan mereka menari disetiap sudut ruang otak kita. Saksikan mereka yang selalu setia menyimpan setiap kenangan kita dengan baik. Saksikan setiap cerita kita yang mereka abadikan. Tentang kita yang begitu indah. Tentang kita yang selalu bersama. kita sahabatkan? Apalah arti sebuah permusuhan bagi kita. Jangan biarkan sebuah permusuhan hadir ditengah tengah kebersamaan kita yang berharga ini. sudahlah, kawan, lupakan semua dendam dan amarahmu. Meleburlah menjadi satu. Tak ada diam diaman lagi. Bkankah kita semua Spexsolid? Spexsolid yang selalu saling memaafkan? Maka, untuk malam ini, untuk Spexsolid kita, berjanjilah untuk tak bercerai berai lagi.
Ah kawan, ingin rasanya aku melawan takdir, menentangnya, bahwa akau tak ingin ia memisahkan kita. tapi apa dayaku? Esok lusa takdir dengan tega akan memisahkan, maka jangan pernah mencoba melarangku untuk menangis. jangan pernah menyuruhku untuk tidak menangis. Karena untuk apapun itu, aku tak akan pernah bisa kuat untuk menahannya keluar. Tak akan pernah ! Maka biarkan saja aku menangis, kawan! Tanda ketidakrelaanku, tanda frustasiku! Kawan, kita semua tahu, waktu perlahan akan member jarak diantara kita, memisahkan kita. Maka izinkan aku memelukmu erat. Sebelum aku tak bisa memelukmu lagi. Izinkan aku memelukmu, menumpahkan tangismu, tumpahkan segala senduku. Peluk aku, kawan, bagi aku kekuatanmu. Bantu aku menjadi kuat untuk menghadapi perpisahan ini.
Mungkin jika aku sudah diluar sana, tak ada lagi teman teman sehebat kalian. yang sealalu saja membelaku, selalu mengingatkanku ketika aku berbuat salah. tak ada teman seperti kalian lagi yang selalu mengingatkanku untuk menjaga shalatku, auratku, mengingatkanku untuk tidak malas, rajin mengerjakan tugasdan banyak lagi yang tak mungkin kusebutkan satu persatu. Kawan, jika kalian sudah diluar sana, mungkin kalian akan mendapatkan banyak tema yang lebih baik dari aku. Tapi berjanjilah untuk tak akan melupakanku walau kau hanya mengingat namaku saja, itu sudah cukup bagiku. Tak perlu kau ingat hobbyku, makanan kesukaanku atau bahkan hari ulang tahunku. Tak Perlu, kawan! Cukup kau ingat aku, bahwa aku pernah menjadi bagian kecil dari cerita hidupmu. Kalian mau berjanji kan?

Maaf.. Mungkin aku bukanlah sahabat yang sempurna untuk kalian. Maaf jika aku pernah mengacuhkan kalian, kurang peka atau jika aku tak bisa menjadi seseorang yang berartidimata kalian. Maaf jika aku pernah mementingkan diri sendiri. Maafkan aku yang egois, yang selalu saja membutuhkan kalian, bergantung pada kalian. Maafkan aku yang tak rela berpisah dengan kalian, dan selalu meminta agar waktu berjalan dengan lambat saja, padahal mungkin ada diantara kalian yang sudah sangat ingin semua ini berakhir. Bagiku, tak peduli semua kesusahan ini merintangi jalan kita, asalkan ada kalian bersamaku. Maafkan akau yang tak bisa kuat sperti kalian, tak bisa setegar kalian....
Terimakasih sudah menjadi sahabat yang baik untukku, menjadi orang orang hebat dalam hidupku. Terima kasih atas segala pengertian, kasih sayang, rasa peduli untukku yang tak pernah habis. Terima kasih atas segala semangat, dan senyuman kalian. Aku bahagia menjadi bagian dari kalian. Terima kasih untuk 6 tahun kita yang indah, untuk segala kenangan kenangan manis kita.
Aku tahu ini akan sulit, tapi kita akan baik baik saja. berjanjilah untuk tetap kuat, demi KITA. begitupun aku, aku berjanji untuk akan baik baik saja. aku kuat dem setiap kenangan indah kita. Aku kuat demi segala rinduku untuk kalian, aku KUAT demi KITA.






Dalam kenangan BIG PROJECT
Bersama : Athumaerah, Azizahfajry, Atul, Kimjack, Fijrah, Ning, dan kawan-kawanku Spexsolid <3
Happy Birthday,
I love you all
You're my best memories




2014/02/11

Akankah Terulang Kembali?

Memasuki 2014
Tahun baru pertama tanpa Spexsolid
Tanpa tawa riuh di asrama
Tanpa pemberontakan terhadap pembina (bu Masri)
Satu pertanyaan yang mengusik
Akankah kita bisa mengulang foto 2013 seperti tahun lalu?



2014/02/06

When We Meet Up


>SPEXSOLID<
 Untuk Dila yang telah mengajak dan mengantar saya sampai ke MP. Makasih sudah menebengkan saya di mobilmu (lagi)
Untuk Nhuhie yang berkenan minta izin dari pengumpulan buat menemani saya, makasih banyak teman satu SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi ku yang baik hatii
Untuk Riri, makasih sudah berniat pinjamkan kacamata untuk saya... Sepertinya saya terlalu sok bisa melihat sehingga tidak mengerti jalan cerita filmnya kalau bahasa Jepang dan ada teksnya...
Untuk Acha, Acha, kurindukan jako juga teman kelas selama 5 tahuun...
Untuk Naili, kau paling baik paling berjasa pokoknya. Makasih banyak nah sudah antar saya dan Nhuhie sampai pintu 2. Sorry karna gara-gara antar kami kau jadi harus mutar lewat tol untuk menghindari macet. Thanks berat deh pokoknya. Ku sayangko semua. Bahagia sekalika ketemu sama kalian. Love youuu {}

Untuk semua yang datang tadi siang, Ilmi, Nada, Pipi, Kacici, Wilda, Zahra, Leli,  Ainun E, semuanyaaa... Makasih buat pertemuan kita hari ini....
See You :)

2014/02/01

Flashback

Aku selalu bahagia saat bersama kalian.
Bertemu dengan kalian adalah rekreasi buatku.
Thank you, my beloved friends,,,


Berada di depan gedung yang karena pembangunannya saya jadi korban yang terpaksa dilarikan kembali ke tempat asalnya. *Bew,  sebeanarnya kalau tanpa ada perasaan tak diinginkan... Saya senang dengan kepindahan saya ke Asrama 1

Bersama Nusya


Di depan mejid Athirah yang baru selesai dibangun


Di depan lukisan dekat parkiran (dinding kantor SMP)


Di ruang Informasi yang baru

2014/01/23

EXTIZEN

JUST POSTED A PHOTO

 


Well, saya menyadari bahwa saya merindukan mereka... Teman-teman sekelas saya... 

2013/05/12

We are The One ( Spexsolid song II)

 created by Puja dan Umma



Ketika kenangan yang kita rangkai
perlahan akan pupus
seiring berjalannya waktu
Ketika masa itu akan datang
segalanya kan runtuh
menuai luka tak terbiasa
menahan tangis yang mendalam

Ketika kita berhalusinasi
Ada kawan kawan di sisiku
Ketika berandai bercanda ria bersama

Ketika kita merasa kehilangan
Apa yang mesti diperbuat
Akankah hanya dengan menatap wajah kakumu
rindu itu bisa hilang

Jangan kawan, tetap bertahan meski telah engakau dapat yang terbaik
Kenanglah aku di sepanjang hidupmu
Oooo....

When the moment want to give it back but there's no way
You falling, i heal your pain
You crying, i clear your tears
Cause you are my everything
We are the one...
We are the one...

-2013-

2013/04/30

UAN @ummulmukminin

Foto-foto waktu UAN...


Kita ketahui baersama... UAN 2013 kali ini nampak pelaksananya seperti  amatiran karena jadwal UAN bagi 13 Provinsi tertunda. Bahkan tidak jelas ditunda sampai berapa hari karena soal belum sampai ke kota tujuan.. Lebih parahnya lagi ialah banyak soal UAN yang tidak cukup di sebagian sekolah. Tapi meski begitu bagi saya penundaan itu bisa jadi karena kami masih ditakdirkan untuk punya waktu lebih bersama-sama...

 Ini adalah saat kami satu Spexsolid (minimal 80% dari keseluruhan lah) pergi keliling seantaro Ummul buat maaf-maafan pada malam sebelum UAN.

Kami menjelajah dengan rute dari Dapur-Kantor SMA-Rujab Kepsek-Pos Satpam hingga keliling asrama buat minta maaf sama semua ibu asrama....
 Ini hari pertama UAN... cukup menegangkan apalagi dari siaran Televisi yang kami tonton di kamar ibu Asrama kelihatannya pelaksanaan UAN kali ini sungguh menyeramkan.
 Inilah hasil kerja saya di hari pertama UAN. Benar-benar melegakan saat kau tahu suasana ujian tak semenyeramkan yang di TV.
 Ini dua orang pengawas di hari pertama saya.
 Tuh kan... Lihat saja tulisan di depan ruangan ujian saya mengerikan dan menjatuhkan sekali rasanya... Serasa ujian ini lebih susah daripada olimpiade yang saya tidak terlalu memikirkannya apakah saya bisa lolos seleksi atau tidak.
 Suasana ujian yang sempat terekam setelah saya selesai mengerjakan ujian. Hampir semua orang terlihat puyeng di saat-saat terakhir menyelesaikan 10% soal tingkat sulit yang tersisa.
 Hari kedua tak lagi semenegangkan hari pertama. Namun ujiannya benar-benar memeras otak saya. Matematika dan Fisika soalnya... Tahu sendiri bagaimana sulitnya pelajaran itu. Pelajaran yang dulunya sempat saya sukai yang batal saya minati menggelutinya di Universitas.
 Kami berfoto bersama pengawas UAN hari kedua yang salah satunya adlah guru di Ummul saat kami SMP.
 Selain tertunda beberapa hari... Baru kali ini saya menemukan adanya pelaksanaan UAN yang libur di tengah-tengah hari ujian.
 Hari libur kedua UAN yang juga merupakan hari terakhir ambil Loundry.
 Pada hari ketiga UAN "setelah libur" ada yang ganjil pada pagi itu. Lama sekali pengawas kami datang... Ternyata soal terlambat datang sehingga kami pun terlunta-lunta sampai beberapa jam dengan hati was-was.
 Kantor SMA yang masih lenggang pada saat seharusnya kami sudah mulai ujian menambah rasa khawatir akan penundaan ujian kami (lagi) yang berarti tertunda pula libur kami ke rumah masing-masing.



 Akhirnya sampailah soal kami dan untungnya meski ada satu ruangan yang katanya memakai soal fotokopi... Itu bukan ruangan saya... Alhamdulillah...
 Suasana UAN hari terakhir yang berarti pula hari kepulangan kami. Walau tidak sedikit dari kami yang masih menginginkan tinggal di ma'had semalam atau beberapa hari lagi.
 Bersama pengawas UAN terakhir kami... salah satunya juga guru Biologi kami.

 Sebelum pulang ke rumah kami berkumpul di Lapangan samping asrama, merenung dengan hati yang terkoyak. memandang satu-satu wajah yang telah mewarnai hari kami selama 6 tahun itu.
 Saat-saat dimana kami menikmati senja terakhir ini, senja yang akan terus kami ingat. Walau kami masih akan bertemu lagi, tapi rasanya akan berbeda dengan senja kali itu.
 Pepisahan adalah hal menyedihkan yang tak terelakkan. Namun perpisahan ini takkan membuat kami lupa semua yang telah kami jalani bersama.
 Well, ini dua orang teman kamar terakhir saya di kamar 7, ya kamar ibu asrama... Yang di saat teman-teman kami yang lain bisa bercanda bersama 9-11 orang teman kamar mereka... Kami justru hanya bertiga. Yang di saat kamar lain mendapat pembagian makanan per 12 orang dan berebutan memakannya... Kami berbagi makanan hanya bertiga dan justru saling menyodorkan makanan itu dengan alasan sudah kenyang.
Inilah saat terakhir itu... meskipun begitu cerita ini takkan berakhir pada senja ini... ia akan terus ada di hati  kami... merindangkan daun kebersamaan kami lagi di luar sana.

2012/12/23

The song of Spexsolid I

Created by Putri Anjani Setiadi (liric), Andi Ikhwanul Ummah (tone) and Fariza




Semilir angin berhembus hangat
melewati rindu yang meradang
Sebening air yang kujauhkan dari kekeruhan
yang mengguyur segenap kepalsuan

Seputih kasih yang tak nampak
menjadikan harap penuh keraguan
Sekilau mutiara cinta yang tak mungkin ada
walau rasa ingin meraba

Sekuat tebing berpondasikan baja
namun rapuh jua
Sehalus sutra merajut perangainya
bernuansa indah

Selihai pemikiran...
merangkai kata...
partikel partikel kenangan...

Spexsolid...
Ring the Changes for Improvement
Spexsolid...
Spectakuler Dexterity Solidarity Religious and Decency
Spexsolid..
dont think too much..
dont think too much..
dont think too much its so simple....

2012/12/07

Departemen Bahasa (Language Departement) 2011/2012

Satu kata untuk anugrah kebersamaan kita di Departement Bahasa ini, MENAKJUBKAN. Ajaib rasanya saya pernah berada di tengah-tengah kalian sebagai salah satu anggota dari lembaga yang sanggup membuat adik kelas kocar-kacir saat berpapasan dengan kita. Menjadi bagian dari kalian adalah suatu kesempatan emas yang saya nilai belum saya pergunakan semaksimal mungkin untuk memajukan perbahasaan PPUM.

Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan banyak pengalaman berharga serta pelajaran hebat dari ekspedisi kita di periode ini. Terima kasih atas Kismu, Muhadarah, Mufradat, Mahfuzat, Kosakata berjalan, Bitoqatul Mufradat, English Paradise/Qaryatun Arabiyah, dan semua hal yang telah kita  lalui bersama. 

Terima kasih buat Kabid Sekbidku; Rahmi dan Uli B.yang telah menjadi Nahkoda dan Jurumudi yang tangguh dalam perjalanan kita. Terima kasih buat Tata, Nujong, Anti, Dinda, Nada, Nikmah, Rini, Ica Mali, Ica Jus dan Pedi rekan-rekan setim seperjuangan saya bahu membahu bekerja menjalankan program. Terima kasih juga buat Ratu,(sekertaris IPM) pendamping lembaga kami yang setia dan masih berkenan menemani serta membantu personil-personil dari Departemen Bahasa yang tercinta ini. Terima kasih pula kepada adik-adik kelas yang ikhlas (maupun tidak) kami sumpal dengan rentetan kosakata. Semoga bermanfaat bagi masa depan kita semua.

Terima kasih untuk semua pihak yang berperan menyukseskan program kami dan tak bisa kami sebut satu persatu. Spexsolid, guru-guru, pembina, dll. Akan saya simpan kenangan ini rapi-rapi dalam kalbu saya. Terima kasih sekali lagi. I'll miss it.


2012/12/05

Six Years Our story

Kali pertama menjejakkan kaki ke tempat ini..
Banyak hal yang berkecamuk
Sedih. takut. cemas. marah. sendirian.
Mencoba bertahan
Berusaha kuat dan tegar

Satu tahun.
Kita belajar tuk saling mengenal
Antara Aku, Kalian menjadi Kita
Tak mudah memang
Karna kita baru saja mencoba bersatu
Berpegangan dan saling membantu

Dua tahun.
Kita berjuang mengatasi segala kesulitan
Melewati semuanya bersama-sama
Pertengkaran. amarah. rangkulan. canda dan tawa
Dan saling meraih jika terjatuh

Tiga tahun.
Kebersamaan yang tercipta begitu indah
Tak terelakkan
Kita bergandengan tangan di pertigaan putih biru
Menuju gerbang putih abu-abu

Empat tahun.
Keteguhan kebersamaan kita diuji
Sejauh mana ia bisa
Mempertahankan kekompakan dalam perbedaan pendapat
Sekuat apa ia mampu
Mengalahkan keegoisan pribadi yang merongrong persatuan kita

Lima tahun.
Kebersamaan itu beranjak dewasa seiring perjalanan waktu
Membuktikan pada kehidupan bahwa
Tak akan ada yang bisa memutus ikatan kuat yang terajut diantara kami
Sekian tahun, sekian lama

Enam tahun.
Kisah kita berada di penghujung lembarannya
Perjalanan ini tak terasa, singkat sekali
Tak ada yang berharap waktu melaju begitu cepat
Tak ada yang ingin meninggalkan kebersamaan ini dengan luka

Teman-temanku Atf. Spexsolid...
Kita tak mau kebersamaan ini berakhir,
Tapi bila nanti kita harus pergi masing-masing
Kumpulkan kenangan kita, genggam ia erat
Simpan dalam memori kenangan termanis kita
Jangan lupakan itu
Juga doakan semoga hati kita akan selamanya bersatu


(BUAT KETUA REDAKSI BULETIN PIP 2011/2012)

Senaskah yang Terabaikan



Drama IPM
@ATF Spexsolid production 2013
Producer: Rima Irmansyah
Ditulis oleh:  http://fiyahsulaiman.blogspot.com
ANTARA MITA, IPM, DAN PEMBINA…
Enam Tahun kebersamaan bukanlah waktu yang singkat. Banyak hal yang telah terjadi selama itu. Persahabatan dan keakraban antara kami. Ini adalah sepotong naskah drama ynag terinspirasi dari kisah nyata kami. Tidak  terlalu menarik tapi layak untuk dikenang sebagai salah satu kejadian yang penah kami jalani bersama.

Inilah cerita kami...

Di suatu pagi pada hari Jumat,  Mita dan Ummu berjalan menuju koperasi dengan santai.
Mita: (memakai konde, baju ketat, rok jangkis, tidak pake sandal wajib dengan gaya cuek dan rewanya)
Ummu:  Ih, Mita…! Bahayanya ine! (menarik tangan Mita, mengisyaratkan untuk berhenti berjalan)
Mita:  Apa kah? Kenapai?!!
Ummu :  Wee.. nyadarko duleh… Pedemu melanggar baru adaki ini di depannya asrama 1!
Mita: Ededeh biarmi… pedeja saya memang toh…
Ummu: Ih, hati-hatiko! Nanti ditegurki sama kakak HA atau ada jasus catatko. Apapi? Konde, kelihatan rambutmu, baju ketat, rok jangkis, tidak pake sandal wajib tong mko… Untung tidak makan berdiriko sekarang. Ck ck ck ..Tidak takutmu itu di’?
Mita: Tidakji itulah! Santai lalo mako! Malla’na kamma de’eh!
Ummu: Janganmi padeng kalau tidak mauko dengarka’.
Mita: Ayomi deh Ummu pergiki ke kope…!
Ummu: Baah sabarko Mita! Ngapa lalomi ineh!
Keduanya pun pergi ke koperasi sementara tanpa mereka sadari Pussy dan Rhyrii mengamati mereka.
Rhyrii: Ulhy, kukira mauko cari jasus, liat saiko itu sana… catat lalo! Jasus Amniko toh?
Pussy: Ih, iyo. Mita Fitriani Mansyur itu namanya toh? Deh pedenya mamo melanggar…
Rhyrii: Makanya catatmi do’
Pussy: Baah, thanks nah Rhy..
Rhyrii: U’re welcome. Never  mind.
Pussy: Kaumo kutulis sebagai saksiku nah..
Rhyrii: Sip, okemih.
Menjelang mahkamah…
Syifa dan Dian  mengumumkan nama pelanggar HA di ruang informasi…
“Min kismiyatu Amni ulaikahunna :
Al-fashlu awwal…  Minaffashlutsani…Minaffashlu tsalis…, Mita Fitriani Mansyur, …”
Di Ruang Mahkamah
Mahkamah sedang berlangsung, Ratu, Nusya, Ana, dan Dilfit sedang mengadili para pelanggar amni. Tak lama kemudian nama Mita disebut/panggil oleh Ratu.
Ratu: Aina Mita Fitriani Mansyur?!
Mita: (mengacungkan tangan sambil menunduk)
Ratu: Do you remember what is your fault?!
Mita:  (diam semakin menunduk)
Ratu: Yesterday, in the morning.
Mita: (tetap diam)
Ratu: Why don’t you remember sista?!! You must remember it! (meletakkan kertas jasus di meja guru kemudian mengadili pelanggar yang lain)
Beberapa saat kemudian…
Ratu: (mendatangi Mita) Have you remember sista?
Mita: (tidak menjawab)
Ratu:Tatakallamiy! Bisyur’ah! As’al ilaiki wa limadza la tatakallamina? Hah?
Mita: La a’rif ukhti.
Ratu:  Limadza la ta’rifina? Non sense! La Takzabi… Saking banyaknya mi itu pelanggaranmu sampai tidak kau tahu apa pelanggaranmu di’?!!
Ratu: Pelanggaranmu dek?!!!  Dari ujung kepala sampai ujung kaki, komplit! (melihat ke kertas jasus sebentar) konde, baju ketat, rok jangkis, tidak pake sandal wajib. Mauko diapai dek? Digantung?!
Nusya: Ratu.. kenapa? Mita FItriani sedeng? (berjalan mendekati Ratu) (Ana dan Dilfit juga ikut berkumpul)
Ratu: Iye’ kak. Liat saiki inie… (memperlihatkan  kertas jasus)
Ana: Astagaaa… bisa-bisamu de’!
Nusya: Beh, langganan...Rajin sekaliko borong pelanggaran di’. Bisako ini jadi ratu kismu kayaknya.
Dilfit: Memang ini Mita, kuliatki pake konde, baju ketat, rok jangkis juga melanggar waktu makan siang kemarin. Kutegurko toh dek? Tapi diam jko. Kenapako begitu de’?.
Ratu: ih, Baruji lagi kelas 3… rewana mamo…
Ana:  We dek iyo?
Dilfit: Mengaku mko!
Mita: ih, tidak kak.
Dilfit: Apa? Tidak?! Dengan pedemu kau bilang tidak?!
Mita: Difitnah jka itu kak…
Dilfit: Jadi kau bilangika juga bohong? ! Pikirki de’!
Mita: Betulanka’  kak… Ada temanku marah sama saya karna kucatatki pernah…
Nusya: Biar lagi itu difitnahko, siapa suruh selaluko melanggar. Pasti pernah jko juga melanggar… Jadi samaji intinya disini de’ tetap jko masuk kismu.
Ana: (mengambil catatan jasus dan mencari nama jasus Mita) Urusanmumi itu kalo banyak musuhmu. Kauji mungkin memang pernah cari masalah sebelumnya sama dia. Lagian bukan kelas 3 catatko.
Ratu: Salah ya salah, We don’t need reason sistaa!
Dilfit:  Jadi bagaimana ini de’?
Mita: Ada juga kak, anak kelas 2 yang dendam sama saya.
Ana: Alasanko! Bacrit sekaliko de’! Kentara bohongmu! Karna kelas 5 yang catatko ini.
Ratu: Sudah jelas-jelas melanggar, masih mengelak lagi. Tambah berat itu  hukumanmu!
Ana: Biarmi bedeng tawwa kak.. supaya ada cleaning service baru di ummul..
Ratu: Eah, bisalah suruh gantikanki piket saja di asrama selama sebulan.
Nusya: Ededeh teja’ saya! Sampaitamo  tamat!
Ana:  Tapi jangan mko.. Lebih bersih ji caranya kelas 6 membersihkan... Sebagai ketua kebersihan tidak setujuka…
Dilfit: Suruhmi saja bersihkan wc SMP do’. Bagaimana Mita?
Mita: Kak, difitnahka itu..
Dilfit: Hmm menyangkal lagi…
Ana:  Ededeh jang mko do’ nda mauki itu mengaku! Pernahmi kusuruh bersihkan wc sepekan na tappogek-pogekki sama hukumannya. Apalagi satu bulan, tidak mau memangki mengaku.
Ratu: Panggilmi kak jasusnya suruh kasi kesaksian.
Dilfit: iyo nah, kupanggilkanko… (mengambil kertas nama jasus di meja)
Nusya: Berdiriko diatas kursi deh Mita, angkat kakimu sampai datang jasusmu.
Mita: (melaksanakan perintah Nusya dengan cemberut terpaksa)
Nusya, Ana, Ratu melanjutkan mengadili pelanggar lain.
Dilfit: (keluar ruangan) Adek.. adekk.. kau dua orang siniko dule.
Umi dan Tami datang.
Dilfit: Adek minta tolong panggilkanka Khalisah Ulimah sama A. Nur Azizah Fajry ke ruang kismu sekarang nah.. Kalau bisa secepatnya…
Umi dan Tami: Iye’ kak. (mengangguk)
Dilfit: Oh iya, syukran nah de’…
Umi dan Tami: Afwan Ukhti…
Beberapa saat kemudian… Pelanggar yang tersisa di ruang kismu tinggal sedikit, itupun sudah selesai diadili dan hanya menunggu giliran untuk tanda tangan di buku pelanggaran. Pussy dan Rhyrii datang.
Pussy: Kak, dipanggil namaku sama namanya temanku ke ruang kismu bedeng…
Naili: Hm? Siapakah namamu sama namanya temanmu?
Pussy: Khalisah Ulimah kak sama A. Nur Azizah Fajry
Naili: Oiyo.. tunggumi dulu dek nah (masuk ke ruang mahkamah) Teman… siapa panggil Khalisah Ulimah sama Andi Nur Azizah Fajry? Adami orangnya di depan…
Ana: Oh, datangmi? Suruhki masuk Naili…
Naili: Oke!  (keluar) Adek, masuk mko bedeng nabilang Ana.
Nusya:  Syukran Naili …
Naili: Baah afwan.
Pussy dan Rhyrii masuk ke dalam ruang kismu sedangkan Naili kembali bercerita dengan Nujong dan yang lainnya.
Pussy dan Rhyrii: Assalamualaikum…
RNAD: Waalaikumsalam
Ana: Masukko dek
Nusya: Ade’ kau jasus sama saksinya Mita Fitriani toh?
 Pussy dan Rhyrii: Iye’ kak
Nusya : Nabilang Mita Kau fitnahki bedeng…
Rhyrii: Ih tidak kak. Betulan. Saya saksinya Ulhy…
Pussy: Kak, tidak bakal kucatatji kalau tidak melanggarki…
Dilfit: Itu Mita! Sudahmi kupanggilkanko jasus sama saksimu. Apa lagi mau kau protesi?
Mita: Dimanaki liatka kak melanggar?
Rhyrii: Dimana-manalah, ka nupake itu baju di semua tempat.
Ulhy: Di depan kope, samako Ummu dek.
Ana: Kau bilang tadi difitnahko karna dendamki jasusmu. Adakah masalahmu sama mereka?  Tidak adaji toh..? Kenapa kau bilang difitnahko padeng? Murni pelanggaranmuji ini dek.
Nusya: Mentong ini Mita! Mengaku lalo mko de’.
Mita: (diam)
Dilfit:  Kreatifko dek cari alasan. Jangko pake alas an mati. Basi sekalimi itu anak Ummul yang bilang difitnahji sama jasusnya.
Ratu: Biasanya itu kalau difitnahko banyak orang catatko baru itu-itu tonji pelanggaranmu. Tapi ini satuji, kelas lima lagi yang catatko. Na Orang yang pake acara dendam itu palingan anak SMP.  Anak kecil…
Nusya: Apalagi bukanUli jasus karna masuk kismu.. Sayaji yang tunjukki…
Naili masuk ke ruang kismu.
Ratu: bicarako de’…
Naili: (menghampiri Nusya) Nusya.. ada adek kelas  nacari Mita di depan…
Nusya: Ha? Siapa?
Naili: Tauk. Anak kelas 3ji pokoknya juga. Kenapai Mita kah? Apa lagi pelanggarannya?
Nusya: Ine.. konde, baju ketat, rok jangkis, sama tidak pake sandal wajib baru tidak mauki mengaku…
Naili: Ideh! Iyo? Rewamu de’ ck ck ck…
Nusya: Adek kau yang di pintu jangko tinggal di situ dek.. masukko..
Anti dan Tata saling sikut sebentar namun tetap berada di depan pintu.
Anti: kak, ada pembesuknya Mita.
Ana: Ah,   Janganko dulu dek.. ! Lagi mengadiliki ini! Belumpi mengaku Mita belah juga.
Tata: Tapi kak dari tadimi ibunya menunggu.
Dilfit: Maukokah keluar Mita?
Nusya: dikasiko ini pilihan, plihmi, keluarko temui pembesukmu tapi diadili ulangko di mahkamah berikutnya atau mauko selesaikan pengadilanmu hari ini juga. Seben mami do’
Mita: (tidak menggeleng tidak mengangguk)
Ratu: Keluar mako do’ supaya pulang tongki kita cepat-cepat…
Ana: Iyo do’ karna samaji kalau pengadilanki nanti lagi pasti banyakji lagi orang catatko. Mending pergiko..
Mita : (masih diam)
Dilfit: Ndak maukokah keluar dek? Janganmi padeng.
Naili : (keluar menuju tempat Anti dan Tata) pulang mko de’ bilangko sama macenya Mita, tidak lamaji itu diadili Mita. Maumi selesai sisa tunggu mengakunya mami Mita.
Anti: Iye padeng kak. Makasih banyak.
Naili kembali ke tempatnya.
Tata: ih Anti, tapi marah-marahki nanti macenya Mita. Mauki bagaimana bedeng?
Anti: Ih biarmi deh Tata… Maukokah bilang sama kakak?
Tata: iyo padeng, Tapi kau bilang sama macenya Mita nah.
Anti: iyoji…
Tata: Assalamualaikum kak…
Semua: Waalaikumussalam wr. wb
Dilfit: Jadi dek? Kapan pko mau mengaku?
Ana: Adek! Lihatka! Bilangko yang sejujurnya. Melanggarko toh? Tidak buta jki nah de’ Ditauji kau memang suka sekaliko melanggar.
Ratu: Kenapakokah de’ tidak mau mengaku? Apa susahnya bedeng? Bilang mko saja “iye’ kak melanggarka’” terus dikasiko hukuman, pulangki terus ketemu tong mko  do’sama pembesukmu.
Dilfit: (mendekati Mita dan merangkulnya) Sebenarnya toh de’ gampang sekali ji kalau mauko langsung dihukum. Tapi butuhki kejujuranmu de’
Mita: (diam)
Dilfit: Jujurko dek.. tidak kumarahi jko, ya atau tidak?
MIta: i.. iye’ kak…
Nusya: Akhirnya…
Ratu: Ih, mengakumi tawwa..
Ana: iye’ apa bedeng?!
Dilfit: Jangko dulu teman… Kasi kesempatanki bicara baik-baik..
Mita: Tapi pake sandal wajib jka kak… Bohongki kak Ulhy dengan kak Rhyrii…
Rhyrii: Pede-pedemu dek tuduhka bohong! Anak baik-baikka saya nah..
Pussy: Ih dek, kauji itu suka bohong gang..
Nusya: Patotainya ine… nabilangi kakak kelasnya bohong. Cari masalah mentongko de’.
Ratu: Jangan laloko bohong terus.. ndak capekko itu?
Ana: Aih, sudahmi teman! Tidak bakal mengakuki! Langsungmi saja hukumki membersihkan  wc satu bulan!! (marah sambil memukul meja dengan keras)
Tiba-tiba Macenya MIta dating masuk ke ruang mahkamah dan mengamuk.
Hera: Siapa yang larang saya ketemu sama anak saya?!! Hah?!! Siapa?!
Nusya: Ih, tante tenangki dulu..
Hera: Diam! Saya sudah menunggu dari tadi!! Saya pikir ada apa? Kenapa anak saya lama sekali dating. Ternyata kalian yang tahan dan halangi anak saya ketemu dengan saya! Kalian kira kalian siapa?! Kalian kira kalian siapa? Kalian itu bukan Pembina. Kenapa kalian adili anak saya seperti ini? Kalian anak presiden pun saya tidak peduli! Kalian tidak punya hak apa-apa untuk larang anak saya ketemu saya.
Sementara itu beberapa teman yang lain berbondong-bondong masuk ke ruangan ingin melihat Hera.
Ana: Tante, bisaji dijelaskan semuanya.. (baik-baik)
Hera: Apa? Tidak ada yang perlu dijelaskan. Sudah cukup jelas kan kalau kalian yang salah?!
Ratu: Tante tapi disini mauki luruskanki dulu bahwa kami… (tidak melarang anak tante untuk bertemu…)
Hera: Tidak! Saya tidak mau dengarkan penjelasan apa-apa. Saya tidak terima anak saya diperlakukan seperti ini sama kalian.
Dilfit: Tante minta tolong tenangkan emosita dulu…
Hera: Tidak!saya tidak bisa tenang ini. Pokoknya kalian harus tanggung jawab atas apa yang terjadi hari ini!
Nusya: Tante, kasi bicara temanku dulu…
Hera: Alah! Dari tadi kalian sudah banyak bicara! Kalian itu bilang mau menjelaskan saja taunya.
Naili: Tapi tante memang kita tidak kasi kesempatan temanku bicara. Belum apa-apa sudah kita potong.
Hera:  Sudah! Saya mau ambil anak saya pulang saja. Dan ingat, saya akan laporkan kejadian ini pada Pembina kalian. Mita, ayo ikut Mama…
Hera menarik Mita keluar dari ruang mahkamah. Sementara yang lain hanya bisa membiarkan mereka pergi.
Keesokan harinya Kabid dan sekbid HA beserta Staff Harian dipanggil ke kantor. Akan tetapi Nusya dan Ana sedang bimbel.
Novi Rima Fijrah: Assalamualaikum…
Keken: Waalaikumussalam kenapaki nak? Masukki.
Novi: Ibu, tadi ada panggilannya kabid sekbid HA sama staff harian ke kantor SMP. Kalau boleh tahu… Ada apa ibu?
Keken: Oh, barangkali  Bu Yuli yang panggil.
Novi: ibu, kira-kira dimana bu Yuli sekarang?
Keken: Coba bedeng cari di dalam. Tadi bu Yuli di sana, siapa tahu masih ada. (sambil menunjuk ke dalam kantor)
Novi: Oh iye. Makasih bu.
Keken: Ya, sama-sama.
Novi Rima dan Fijrah berjalan menuju ke arah yang ditunjuk Kendy, dan Dante muncul dari arah t4 teh.
Keken: eh, ini datangmi bu Yuli.. Ibu, dicariki itu sama anak-anak…
Dante: O. Datang mko anak-anak?
Novi Rima dan Fjrah diam di tempat.
Dante: Duduk. (sambil duduk di samping Keken)
Dante: Mana ketua Bidang Hikmah Advokasi? Ada masalahnya lagi itu dengan orangtua santri.
Rima: Iye’ bu.. Ada bimbelnya siang ini…
Dante: Apa lagi itu nabikin Ainun Sakinah kah? Kenapa sering sekali bermasalah?
Fijrah: masalah apa ibu?
Dante: Itu tadi pagi saya dapat laporan dari orang tua santri. Katanya anaknya difitnah masuk kismu baru disiksa sama bidang Hikmah Advokasi di ruang mahkamah. Saya kira kalian sudah diberi tahu supaya tidak main tangan sama adek kalian?
Fijrah: Minta maaf sebelumnya ibu, Tapi setahu kami tidak pernah ada kekerasan fisik yang dilakukan sama temanku seperti apa yang orang tua santri tersebut laporkan. Selama ini di dalam maupun di luar ruang mahkamah tidak terjadi penyiksaan seperti itu. Penyiksaan dalam arti apa maksudnya ini kah ibu?
Dante: Kenapa tidak pernah? Kalau tidak pernah kenapa ada laporan yang masuk? Orang tua santri itu sendiri yang marah-marah di kantor tadi pagi karena katanya anakanya dikasari.
Rima: Dikasari seperti apa ibu?
Dante: Yah, disiksa.. dibentak-bentak, dikasari, diteriaki bahkan sempat main tangan.
Keken: tidak begituji mungkin ibu… Orang tua santrinyaji mungkin yang melebih-lebihkan.
Dante:Tidak bu, memang ini anak-anak yang suka macam-macam.
Keken: Begitu memang anak remaja bu, masa pencarian jati diri, labilki.
Dante: Tapi pengadilan kan bukan untuk ajang sok-sokan?!
Keken: IYa bu, Tapi anak IPM kan juga baikji maksudnya menegur pelanggaran adik-adiknya.
Dante: Tidak mesti pake dilarang ketemu pembesuknya sampai berjam-jam toh?
Keken: (mengangguk-angguk mengalah)
Rima: Siapakah ibu namanya yang diadili pake kekerasan itu?
Dante: Saya juga tidak terlalu ingat. Miftahkah, Mirakah, MInakah atau siapa? Kalian pimpinan IPM tidak tahu? Seharusnya itu kalian lebih tahu dari ibu.
Novi: Yang mengadili waktu itu ibu bidang Hikmah Advokasi, mengenai ini  kami tidak bisa memastikan.
Fijrah: Kalau dengar-dengar sedikit pernahji ibu, tapi kalau keseluruhannya kami kurang tahu. Jadi dari pada salah-salah yang dikasitaukanki sama kita…
Dante: Kalau begitu saya tidak mau tahu, panggilkan Ainun ke sini! Atau sekertarisnyakah atau kalau mereka bimbel, panggilkan saja anggotanya Hikmah Advokasi.. pokoknya sekarang...
Rima: Iye’ bu. Kupanggilkanki’.
Dante: Sekalian pulang mako ke asramamu. Pusing kepalaku liatko anak-anak.
NRF: iye’ bu.
Beberapa saat kemudian…
Syifa dan Dian: Assalamualaikum..
Dante: Waalaikum salam masuk
Syifa dan Dian masuk dan duduk di depan Dante.
Dante: Kalian tahu kenapa kalian saya panggil?
Syifa dan Dian: (mengangguk)
Dante: Saya panggil karna ada orangtua santri lapor tentang masalah kalian dengan anak kelas 3. Kalian mengadili dengan cara kasar sampai pake main tangan. Kalian tahu?
Dian: ih, ibu…
Dante: Apa ih ibu..? Sebentar-sebentar ada lagi masalah, berurusan lagi sama orang tua santri. Kita mau jaga nama baik pesantren, Tapi kalian malah merusak, berulah, bikin malu.
Keken : Sabarki bu.. Jangki terlalu cepat naik emosita… sebelum didengarkan penjelasan dari dua pihak.
Dante: Bagaimana tidak marah kalau begini bu?
Keken: Bisa jadi toh tidak main tanganji tawwa bu, Cuma salah paham saja…
Dante: Jangki dulu bela anak-anak bu… Ndak bisa itu dipercaya.. (memalingkan wajah meredakan emosi)
Keken: Bagaimanakah memangnya nak?
Syifa: Kurang ditau juga ceritanya ibu.. Karna waktu kismu saya sama Dian tidak mengadili di ruangannya kelas 3. Baru cepat pulang ruanganku ibu, sedikitji pelanggar kelas 4 & 5. Tapi bu,tidak pernah main tangan temanku.
Dante: Kalian juga tidak tahu?!! Astagaaaa….
Dian: Setahu kami bu, memang ada orang tua yang marah-marah di ruangan na ancamki temanku bakal dilapor bedeng ke Pembina. Tapi ndak ditau kenapa  bisa? Selebihnya tidak kutaumi bu.
Dante: Kenapa kalian tidak tahu semuanya padahal kalian satu bidang? Tidak pernahkah rapat koordinasi?
Dian: Baru mau dibicarakan dalam rapat ini malam ibu…
Dante: Kalau begitu suruh semua yang ada dalam ruangan kismu itu  besok ke kantor. Saya mau bicara. Panggil juga Novi.
Syifa: Iye bu, nanti kami sampaikan.
Dante: Pulang mko.. Mauka juga pulang ini saya, sakit sekali kepalaku..
Dian dan Syifa: Permisi ibu, Assalamualaikum…
Malamnya Novi, Rima, Fijrah, Ratu, Nusya, Ana, Dilfit, Syifa dan Dian mengadakan rapat tertutup di mesjid.
Novi: Assalamualaikum wr. Wb.
All: Waalaikum salam wr. Wb.
Novi:  Mau dibuka pake Muqaddimah dulu atau kah langsung mki saja mulai?
Dian: Langsungmi Nov…
Novi: (mengangguk) Oke, langsung mki saja nah kawan…
Ana: iyo. To the point mki
Novi: Disini teman.. berkumpulki berapa orang? Satu, dua, tiga, … yah sembilan orang dengan saya. Mauki ini dibicarakan masalahnya Hikmah advokasi. Nabilang bu Yuli sama saya… Katanya.. katanya ini nah tidak kutuduhko. Saya percaya jko teman. Tapi bu Yuli nabilang kalau kalian main tangan sama adek di ruang mahkamah bedeng.
Nusya: Novi, begininah mauka perjelaski main tangan bagaimana ini maksudnya? Perasaan selama periodeta’ tidak pernahka main tangan sama adek kelas. Apalagi kodong anggotaku, palingan kalau emosiki pukul mejaji. Padahal kalau mau dibilang menguras emosi sekali itu hadapi kelakuannya adek kelas.
Ana: Iyo weh, itu nah pas diadili Mita. Kalau bisa kukatto’ kepalanya kukatto’! patotoai sekali! Tapi ndak. Karna kuingat jko Novi, Kuingatki temanta yang lain pasti terbebani lagi kalau bikin masalahki. Pasti kalau sampai masuk kantor masalahnya namarahiko, nasalahkanki juga Nusya . Padahal bukan kalian yang memukul. Pembina mamo,  marah-marah saja kerjanya.
Novi: Kalian juga tidak kasi tau kami tentang hal ini. Jadi pas ditanyaki sama bu Yuli tidak bisaki banyak bicara ka tidak di tau juga permasalahan. Marahmi juga bu Yuli kenapa beng pimpinan IPM tidak peduli sama masalah.
Dilfit: Ka tidak mau jki kita besar-besarkan masalah, Novi.Lagipula  tidak adaji  dirasa kesalahanta waktu itu jadi fine –fine jki. Orangtuanya ji Mita itu yang langsung marah-marah di ruangan gang.
Ratu: Begini kak Novi, Kayaknya memang perlu diverifikasi ulang ini laporannya adek kelas ke ortunya. Karna saya adaja juga mengadili waktu itu. Saya malah yang pertama adiliki Mita. Na kujamin tidak ada temanta main tangan.
Syifa: Iyo gang, sudah mka juga bilang sama buYuli tidak ada temanta main tangan. Tapi tidak napercayaiki belah bu Yuli. Untung di situ dibela jaki sama bu Pratiwi.
Fijrah: Baah Syifa, kita juga dikasi begitu jki sama bu Yuli.
Rima: Bukan cuma itu bedeng  yang napermasalahkan ortunya Mita. Anu juga, difitnahki anaknya masuk kismu baru disiksaki anaknya, dilarangki ketemu pembesuknya padahal lama sekalimi macenya Mita menunggu.
Dilfit: Astagfirullahalazim… Pallana bote’ itu anak satu! Na kuliat tonji itu hari pake baju ketat, rok jangkis sama konde tingginya. Tidak kulihat iya pake sandal apaki. Tapi kubilang saya ndak pake sandal wajibki. Nabilangji juga Khalisah Ulimah dengan Andi Nur Azizah Fajry. Bisaku itu lebih percaya sama Mita?
Ana: Baru weh itu juga harus kau tahu Rima. Tidak dilarangji nah ketemu pembesuknya. Cuma dia iyya lama sekali mengaku, lama tong mki adiliki.
Dilfit: Ada adek kelas memang ke ruang kismu bilang ke Mita ada pembesuknya. Tapi waktu itu mau mki selesai mengadili jadi dipikir tidak lamaji.
Nusya: Sudahmi juga dikasikan pilihan, ketemu pembesuknya tapi diadili ulangki kalo mahkamah selanjutnya atau diselesaikan pengadilannya hari itu juga. Mitaji itu diam teruski jadi kubilang saya berarti tidak mauji keluar ketemu macenya dulu. Di lanjutkani pengadilan…
Dian: Itu bilangja’ terlalu lebbayki itu do’ bu Yuli tanggapi laporannya orang tua santri.
Fijrah: Iyo, memang itu do’ lebbay sekali.
Nusya: Mentong!
Ratu:Atau orang tua santrinya mungkin yang lebbay?
Syifa: Atau barangkali adek kelas yang terlalu banyak melapor salah ke macenya.
Ana: Ah, Intinya di sini bukan kita yang salah sepenuhnya gang!
Yg lain: (ribut bersorak) baah/ betul/ setuju/ iyo gang/ huuu/dll
Novi: Teman, bisaki tidak terlalu ribut? Masjid ini… (berusaha menenangkan)
Fijrah: We, we, we temaan… diamko dulu semua. Tabe’. Na tegur mki gubernurta’…
Rima: Iyo teman, ndak bisakah rapatki satu kali tanpa bersorak-sorakmu semua?
Semua: (berusaha tenang dan saling ber sst-an)
Novi: Selesaimi ributmu? (memandangi seluruh anggota rapat)
Fijrah: Selesaimi (suara takut-takut bicara dan yg lain diam)
Novi: Teman..Kan ditaumi kalau tidak benar itu laporannya adek kelas dan ortunya. Sekarang… Apa yang mau kau lakukan semua untuk selesaikan ini masalah? Maukokah ketemu Ibunya Mita? Atau bagaimana?
Ratu: Kubilang saya toh kak Novi, haruski selesaikanki ini masalah satukaligus di semua pihak.
Syifa: ih, Ratu.. Nassangmi itu. Tapi masa ketemu semua pi pihaknya baru diselesaikan? Mending toh fixkanmi dulu masalahta’ di kantor sama Pembina. Karna bu Yuli napanggilki HA yang ada di lokasi sama Novi ke kantor besok. Mauki bicara bedeng sama yang terlibat di ruangannya Mita.
Ratu: Bolehji juga.
Dian: Supaya enakmi juga kalau masih komplainki ortunya Mita… Tidak terbebani mki  sama ancaman atas nama Pembina.
Fijrah: Bagusji kalau selesai satu kali pertemuan, kalo tidak?
Rima: Dicobami saja toh, siapa tahu berhasil. Kukira na bela jki juga bu Pratiwi?
Nusya: Teman lamamu… cepat mko ambil keputusan deh.  Capekka ini bimbel dari siang sampai sore. Mengantuk mka kasian…
Syifa: Iyo teman percepatmi rapatta.
Ratu: Begini padeng, siapa yang setuju kayak tadimo?
Rima: Sayaa setujukaa.. (acung tangan)
Novi: Saya juga setuju jka..
Nusya: Yyo, saya juga ..(acung tangan)
Dilfit: Setuju.. (acung tangan)
Dian: Biar tidak adami alasannya orangtua jo’joki ki’ lagi do’ teman
Fijrah: Haruski paeng usahakan selesaikan ini masalah di Pembina secepatnya. Baru panggil juga Mita, kalau seles masalahta besok, baruki bicarakan lagi sama ibunya Mita.
Dilfit: Novi, itu juga. Panggil tongmi sekalian jasus&saksinya Mita biar tidak nabilangiki ibu menambah-nambah atau pun mengurangi cerita.
Rima: Bagus juga kalau ada bu Pratiwi Quenta Maharani.
Novi: (mengangguk ) Jadi kesimpulannya besok  rapatki nah sama bu Yuli, Mita, saksi/jasusnya Mita dan kalau bisa ada bu Pratiwi.
Semua: Iyo/ Baah/ OKemih/ Yoi/Sip deh/dll
Novi: Sekian rapat kita hari ini. Nuun wal qalami wa maa yasturun. Nuun Demi Pena dan apa yang dituliskannya. Assalamu akaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semua : waalaikumussalam wr. Wb.
Keesokan harinya…
Di kantor, Novi , Ana, Dilfit, Dante,Keken dan Mita berkumpul untuk rapat. Keken sehabis berbicara dengan Mita.
Keken: Assalamualaikum wr. Wb.
Semua: Waalaikumussalam wr. Wb.
Keken: Baik. Bismillahirahmanirrahim. Meskipun belum semua peserta rapat hadir, namun untuk mengefisienkan waktu ada baiknya kita mulai rapat ini secepatnya. Dipersilahkan kepada ibu Yulianita untuk memimpin rapat ini.
Dante: Baik. Terima kasih bu Pratiwi… Mana ketua HA, Ainun Sakinah?
Novi: Pergi panggil saksi dan jasusnya Mita ibu.. Tapi adaji sekertarisnya.
Dante: Mana sekertarisnya?
Ana: (mengangkat telapak tangan) Saya bu..
Dante : Oh ya, disini saya mau kalian kemukaan pada saya apa yang menyebabkan masalah ini terjadi.
Ana: Awalnya toh bu, pengadilan jaki seperti biasa. Terus Mita banyak sekali pelanggarannya tapi tidak mauki mengaku. Jadi dipanggilmi bu saksi dan jasusnya… Disuruh mengaku tetapki mengelak jadi emosi mki ibu. Tapi tidak dikasariji bu, marah-marah jki saja. Eh, tiba-tiba langsung macenya MIta dating ke ruangan marah-marah.
Keken: Tidak adakah pemanggilan pembesuk sebelumnya?
Dilfit: Iye?  Tidak kedengaran ibu..Tapi adaji temannya datang panggilki… Sudahmi dikasi kesempatan untuk keluar tapi Mitaji yang tidak mau keluar.
MIta: Karna takutka kak nanti kalau keluar dimarahika gang.
Dante: E,Kenapa dimarahi kalau tidak salah?
Ana: Jangko kau sembarang nubilang dek! Dikasi jko pilihan! Bahkan saya kusuruh jko toh pergi ke pembesukmu!
Mita: Ededeh kak, Tapi ndak mauja masuk kismu lagi. Sakit diduduki tanganta’.
Dilfit: Resikomumi itu dek. Makanya janganko melanggar.
Ana: Lagian perasaan selalu memang jko masuk mahkamah..
Keken: Sudah.. sudah. Bukan begini caranya menyelesaikan menyelesaikan masalah. Cuma salah pahamji ini sebenarnya… Bisaji dibicarakan baik-baik tanpa harus saling menyalahkan.
Dante:Kalian juga anak IPM, Marah-marah itu bukan cara menegur yang baik. Tidak bisakah ditegur saja baik-baik.. ? Tidak usah sok-sokan mentang-mentang kalian IPM.
Novi: Ibu, saya rasa terbawa emosi itu wajar. Selama kami tidak main tangan hal itu dapat dimaklumi. Dalam mengadili bu… Kan ada berbagai macam karakter yang dihadapi… Ada yang baru dimarahi sedikit saja sudah menangis, ada juga yang biar dihukum naik mimbar tapi tidak kapok, bu.
Dilfit: Kalau tidak macam-mcamji kelakuannya adek kelas tidak dimarah-marahi tong jki itu ibu.
Keken: Itu bu, janganki tawwa terlalu curigai anak IPM. Hati-hatiki juga sama laporannya orangtua santri. Siapa tahu tidak benar atau salah pahamki.
Sementara itu Nusya Ratu Pussy dan Rhyrii  tiba di kantor.
NRPR: Assalamualaikum wr. Wb.
Semua: Waalaikumussalam wr. Wb.
Keken: Udhulna…
Keempat orang itu masuk.
Ratu: Ibu, ini jasus sama saksinya MIta waktu itu.
Dante: Duduk mki dulu baru ceritakanka apa yang kita tau…
Kempatnya duduk.
Dante: Cerita maki..
Rhyrii: Melanggarki MIta bu, trus dicatatki. Baru nabilang sama kakak IPM bohong-bohong jka sama Ulhy tulis jasus untuk fitnahki.
Nusya: Iye’ bu. Pede sekali…  Takutji itu dihukum kalau mengakuki.
Keken: Aih, kenapaki begitu Mita?
Dante: Apa memangkah pelanggarannya?
Pussy: Konde, kelihatan rambut, baju ketat, rok jangkis, sama tidak pake sandal wajib, bu.
Dante: Iya Benar?
Mita: (diam perlahan mengangguk)
Dante: Hhhssh
Keken: Terus kita Mita, kenapaki melapor sama mamata’?
Mita: Tidak melaporka ibu.
Dante: Apaji padeng dibilang ke orangtuata’?
Mita: tidakji ibu.
Dante: Kenapa tidakji na marah-marah sekali kuliat mamata’ waktu datang ke kantor?
MIta: Ih tidakji bu… Tidak kutau juga kenapa na langsung marah-marah maceku bu. Kubilangji saja waktu di ruang informasi “kenapaki ma’” Tapi namarah-marahika juga. Jadi diam mka bu.. Baru sudahnya nakasikanka uang pulangmi langsung. Waktu dating juga ke kantor ibu, tidak ketemuka.
Ana: Ada barangkali masalahnya bu… Jadi na tumpahkan kemarahannya di sini…
Dante: Oooh.. Jadi emosi memangki di’?
Novi: Iye ibu, jadi kasi damaimi ini
Keken: Bagaimana IPM?  Mau jko damai toh?
Dilfit: Iye ibu.. Tapi haruski Mita janji tidak  naulangi mi lagi ini
Keken: Yang lain bagaimana?
Ana: IYe bu asalkan tidak diulangi
Ratu: Kalau saya pemaaf jka ibu jadi ndak apa-apaji
NUsya: Baah ibu, biarki kita sangar tapi cinta damai jki.
Dante: Mita bagaimana?
Mita: iye’ bu tidak kuulangimi lagi
Dante: Iyaa, maaf-maafan mko padeng, janganko lagi  bikin masalah nah..
Keken: Tafaddal Novi, Ratu Nusya, Ana, Dilfit, kelas 5… Siapa lagi namanya? Rhyrii… Ulhy…?
Novi: ih ibu, ndak bermasalah jka saya…
Dante: Biarmilah, salam-salaman mko saja semua.
Mereka akhirnya saling bersalam-salaman.
Keken: Jadi sudahmi toh? Selesaimi masalah? Jangan lagi ada diungkit-ungkit supaya tidak timbul rasa marah dan dendam lagi.
Semua: Iye’ bu…
Dante: Baik. Sekian pertemuan kita hari ini. Nuun wal qalami wa maa yasturuuuun. Nuun Demi Pena dan apa yang dituliskannya. Assalamu akaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semua: Waalaikumussalam wr. Wb.
Beberapa hari kemudian…
Hera membesuk Mita di pesantren dalam keadaan mood yang sudah membaik. Terlihat Mita, Selpi dan Kim berjalan dari asrama menuju ruang informasi. Disana Hera duduk  sambil tersenyum menyambut kedatangan anaknya.
MIta: Maa…(sambil menyalami)
Kim dan Selpi: Assalamualaikum tante… (menyalami Hera)
Hera: Waalaikumussalam ..Ini Mita kenapa tidak salam?
Mita: Iye’ padeng ma’ Assalamualaikum..
Hera: Waalaikumussalam wr. Wb. Ya begitu dong.
Mita: Ma’ mau miscall temanku nah…
Hera: Baah.. Ini (menyodorkan hp)
Mita memberikan hp kepada Kim dan Selpi kemudian duduk di dekat ibunya.
Kim: Thanks nah MIta, …
MIta: Iyoo..
Selpi: Makasih tante…
Hera:  Iya, sama-sama.
Mita: Ma’, mauki minta maaf kakak kelasku.
Hera: Oh baguslah
Mita: Ih, kita itu gang ma’… Kenapaki langsung marrang-marah di ruang mahkamah? Malu-maluka gang…
Hera: Oo.. iyo, lagi emosika itu hari. Capekka itu hari pulang kerja, banyak sekali pekerjaanku. Belumpi itu adekmu ada masalahnya di sekolah… bertengkarki sama anaknya kepsek.  Tambah lagi kau… dibesukko na tidak muncul-munculko. Bagaimana tidak mendidih darahku kalau begitu? Pas nabilang temanmu ndak bolehko dulu pergi temuika langsungma’ pergi di kelas marah-marah.
Mita: Jadi mau jki ini maafkan kakak kelasku toh?
Hera: Ndak taumi nantipi dilihat
Mita: ih, Mama tooh…
Hera: Karna kakak kelasmu iya, kenapa nalarangko bedeng dibesuk? Capek tongma gang dating ke sini jauh-jauh! Masa’ tidak ketemuka sama anakku?
Mita: Karna tidakji tawwa ma’.. nasuruhja’ pergi ke kita tapi saya tidak mau ka kukira tidak buru-buru jki kayak biasanya. Tidak mauja juga diadili ulang gang… Bertumpuk-tumpukmi hukumanku belah dari ibadah bahasa sama PIP juga.
Hera:  Ih.. iyo?! Mdedeh Kenapako tidak bilang sama Mama waktu itu? Sudah tongmi kulapor ke pembinamu.
Mita: Kita itu langsung jki pergi sudahta’ kasika uang jajan sama makananku.
Hera: karna buru-buruka… Ada rapatku jam lima.. baru jam berapami waktu itu…
Kim: Tante ini hpta’ makasih banyak
Hera: yaa.. masama
Mita: Ma’ pergika dulu padeng panggil kakak kelasku yang kita marah-marahi waktu itu nah…
Hera: Iyo.. cepatko nah…
Nusya, Ana, Ratu Dilfit dan Mita datang.
Mita: ma’ ini kakak kelasku datangmi
Hera: Oh iya siniki nak
Nusya Ana Ratu Dilfit: Assalamualaikum tante..
Hera: Waalaikumussalam wr. Wb.
Nusya: Jadi begini tante, mungkin sudahmi dijelaskan juga sama Mita kalau kami bermaksud untuk minta maaf atas kejadian beberapa hari yang lalu.
Hera: Aduh saya juga minta maaf ini nak. Sudahmi  naceritakanka Mita yang sebenarnya. Salahpahamka disitu kasian, kondisi tubuh kurang fit terus ada juga banyak masalah yang lain. Buru-buruka juga mau hadiri rapat.
Dilfit: Iye tidak pa-pa ji tante…
Hera: Tante pikir kalian larang anak saya dibesuk padahal itu saya tunggu dari jam setengah 4. Dan pas saya datang saya dengar suara pukulan meja. Ya, saya langsung emosi. Maaf ya nak.
 Ana: Iye tante, kami juga minta maaf sama tante.
Hera: Kata temannya Mita, dia diadili sama kakak IPM… Kalau boleh tante tahu, memangnya kenapa kalian adili Mita?
Nusya: Tante, disini kalau ada pelanggaranta’ memang diadili. Kalau tidak begitu tidak bisa tertib nanti anak Ummul tanpa pengawasan…
Hera: Apakah pelanggarannya Mita?
Ratu: Iye, tidakji tawwa tante…
Hera: MIta… apa pelanggaranmu nak?
Mita: (tidak menyahut hanya menunduk)
Hera: Jawaab Mita..
Ratu: Selesaimi pengadilannya tawwa tante… Nalaksanakanmi juga hukumannya…
Hera: Ndak apa-apaji nak, bilang mki saja.. Mau ja tau bagaimanaki Mita di sini..
Dilfit: Pelanggaran biasaji tawwa tante..  pakaian. Bukan ji masalah HP, bicara kotor, atau makan-minum berdiri.
Hera: Nantipi Mita kubelikanko pakaian besar supaya tidak masuk kismuko lagi. Ini pakaianmu dari SD kekecilanmi kenapa masih kau pake? Perasaan banyakji pakaian kubelikanko nak…
MiTA: Iye’ ma’ tidakmi nanti.
Ana: Tidak naulangimi tawwa tante sudahmi berjanji. Buktinya kemarin tidak adami namanya di kismu.
Hera: Alhamdulillah… Oh iyo padeng, salimko dulu sama kakak-kakakmu ini… Minta maaf
Mita: Sudahmi pernah ma’
Hera: Eh, biar itu sudahmi. Ulangi di depannya Mama’!
Mita: Iye’ paeng.
Kembali mereka bersalam-salaman dan bermaaf-maafan di ruang informasi.
Ana: Tante, kami juga mau minta maaf sama tante… sekalian pamit.
Nusya Ana Ratu Dilfit menyalami Hera.
Hera: OH iya, Tante minta maaf juga yah nak.. memang ini anaknya Tante suka cari sensasi barangkali. Jaga-jaga kodong ini adekmu di’ nak…
Dilfit: Iye’ tante..
Nusya: Tante tabe’ mau permisi dulu.. Assalamualaikum
Ratu Dilfit Ana: Assalamualaikum Tante…
Hera dan Mita: Waalaikumussalam wr. Wb.
Mereka lalu pulang ke asrama bersama-sama.
_Selesai_