Kemarin, aku nelpon Fhyna dan bicara tentang semua hal antar kami, dan SpeXsolid..
Fhyna terenyuh dan mau nangis
Malamnya, aku mengingat semua kenangan lagi...
tak terasa jiwaku bergelora dan ingin memulihkan keadan..
Aku tahu hari ini dan esok aku akan terus maju ke waktu yang terus bergulir...
Dan aku mengerti kalau keadaan saat ini bukanlah sesuatu hal yang pantas disesalkan..
tapi
aku tak tahu mengapa setelah mendengar kata2 Fhyna aku mengerti bahwa
hatiku juga ingin kembali ke masa sedia kala ketika Spexsolid masih
utuh..
Walaupun sekarang pun aku tetap sama sayangnya pada laskar yang telah berubah kostum..
Aku juga tahu, Spexsolid yang sekarang tetap aku banggakan, bahkan lebih ku rindukan karena aku baru menyadari kehilangan..
Satu per satu bayang menyelusup kalbuku...
ku ingat satu-satu teman kamarku..
kamar 3 asrama 5 lantai 2 yang secara ajaib nasib membawaku pada kamar yang cuma beda satu dengannya,
kamar 2 asrama 4 lantai 1
yang telah melang-lang buana...
1.Fhyna,
atas ranjangku setahun penuh, sesama pecinta biru, sesama mata empat,
sesama pintar merangkai kata [GR], sesama berkulit kuning lansat [GRku
lagiii.. haha], sesama orang ondeng [kidding fhyn,,], pokoknya orang
yang peduli banget deh ama aku..
2.Shafwa, selalu baik dan
jadi peri penolong buatku selama bertahun-tahun ini, suka membantuku
dalam keadaan kuminta maupun tidak, dan tidak ikut campur dalam keusilan
yang dibuat teman kamarku yang lain..
3. Nunu, sering
banget jadi orang yang paling pengertian atas apa yang ada di dalam
pikiranku [bisa kayaknya na baca pikiranku], orang yang paling pintar
menebak lalu menyebar rahasiaku, juga jadi yang paling kukuh menguras
kilat isi boksku..
4. Nanda, sering membantuku, dan
memaksaku mengakui kalau dia ngak pernah menggangguku, serta kadang
menyuruhku untuk cuhat ama dia..
5. Sarah, kerjanya
akhir-akhir masa putih biru itu ngeluyur ke kamar sebelah, tapi jujur
kadang dia juga baik dan menyenangkan [dat marah jko Sarah ku bilang
begini?]
6. Rika, sang samsonwaty yang merangkap jadi juru
tulis dan tukang gambar sekaligus di kamarku. Multifungsi ini sering
dikenang kalau galon datang dan aku kewalahan.Tapi selain itu, juga jadi
yang terheboh dan suka menciptakan masalah buatku..
Tapi
yang lebih lagi adalah teman-teman kamarku yang lanjut, yang masih juga
melanjutkan kegiatan menindas secara kejam mereka tak jenuh-jenuh dari
tahun 2007 hingga kini..
1. Fikha, teman samping ranjangku yang
kerajingan dan hobbi membaca buku pusaka karyaku seperti dia membaca
novel. Heran, kenapa sih bahagia banget mengincar mangsanya sejak satu
artikel berharga nampak telah selesai kuukir di kertas. Gemas banget
rasanya dibegitukan sama sahabatnya Mega ini. [peace] Dia sih curhat
juga ama aku, tapi karena dia bukan introvert, jadi tidak ada yang bisa
jadi rahasia. Beda tuh ama aku..
2. Fuah, mantan teman
duduk yang ada di bawah ranjangku ini adalah lawan adu argumen dan kawan
berkelahiku hampir saban hari. Paling doyan tuh kalau lihat aku
pontang-panting compang-camping memarahinya..
3. Aulia, si
ketua kamar yang bukannya menengahi, malah ikut ambil adil besar dalam
proses penggeledahan kitab-kitabku. Meski jujur aja, dia juga jadi yang
paling perhatian terhadap hal-hal sepele tentangku.. [sori klu itu
trnyata cma aku y GR dan ngak gitu knyataannya]
4. Iymha,
waduh kayaknya mesti aku teplokin kepalanya Iymha pake panci...[kidding
kog] Lagian, nyaris tiada hari tanpa PUKULAN MANIS dan PERMEN PEDAS
tanpa sebab musabab yang dilayangkan darinya tak bosan jua..
5.
Tamhy, aih, tak perlu dikata, kalau orang ini tidak menjadi anggota
laskar usil. Mentang-mentang tapak suci, napasareang mki jurusnya. Tapi
kalau kubiarkan aset-asetku direbut begitu saja, anda salah. Walau
dengan lemah dan rapuh, ku kan menerjang meski bila kalut aku cuma bisa
jumpalitan, berguling-guling serta beratraksi menghadapinya.
6.
Rofiqah, meski jarang-jarang terjun ke medan, dia juga pernah
mencorat-coret, mengukir sana sini karya ciptaannya di kayu-kayu
ranjangku. Strees! tiada jenuhkah mereka memandang ranjang penuh tinta
spidol, pupen, dan pensil segala jenis, segala merk yang tercipta di
kamar 3???
7.Irmayanty, biarpun baru sah menjadi anggota
kamar kami pada tahun 2008, aku menganggapnya sama seperti teman kamarku
yang telah empat tahun kami bersama [ceileh..] Lagi pula karakter manja
dengan pipi chubbynya itu, Irma makin menggemaskan dengan
segemas-gemasnya. Dan orang paling tinggi semampai di kamarku inilah
yang paling Fhyna rindu. Tapi apa daya, jarak yang jauh membentang.
Dipisahkan oleh perbedaan daratan [baca:pulau] dan dijauhkan oleh
hamparan laut jawa yang membentang.
Arggghhh..
sudah.
sudah..
sudah...
aku sudah tidak sanggup mengetik lagi..