Biologi dan kehidupan :)

Biologi dan kehidupan :)
Rerumputan hijau diterpa matahari yang menyembul di balik awan

2011/01/08

Duniamu, duniamu Duniaku, duniaku

Kau punya orang lain, dear..
Tak apalah aku sendiri di sini
Toh kau pun takkan pedulikan aku
Kau hanya sibuk sendiri
Kau cuma tahu duniamu yang indah
Karena duniamu bukan duniaku yang kelam ini
Duniamu ya duniamu
Duniaku ia duniaku
Kau tak ikut campur soal itu
Kau bukan siapa-siapaku
Aku bukan siapa-siapamu
Kita beda jauh
Aku menangis karenamu
Aku bahagia karenamu
Tapi kau?
Tapi kau adalah acuh
Pasti takkan peduli itu.

2010/12/03

Dare to Fail

Biarkan untuk sementara,
Katakan kau tidak mencintaiku
Lalu teruslah bermimpi menampikku
Tapi aku tak pernah menyerah!
Berharap dalam diamku..

Terima kasih atas penolakanmu,
Walau itu tak langsung
Tapi kau buatku
Tak mau berhenti..
Tak sudi berhenti mencintaimu!
#daretofail

2010/11/20

Teman Kamarku


Kemarin, aku nelpon Fhyna dan bicara tentang semua hal antar kami, dan SpeXsolid..
Fhyna terenyuh dan mau nangis
Malamnya, aku mengingat semua kenangan lagi...
tak terasa jiwaku bergelora dan ingin memulihkan keadan..
Aku tahu hari ini dan esok aku akan terus maju ke waktu yang terus bergulir...
Dan aku mengerti kalau keadaan saat ini bukanlah sesuatu hal yang pantas disesalkan..
tapi aku tak tahu mengapa setelah mendengar kata2 Fhyna aku mengerti bahwa hatiku juga ingin kembali ke masa sedia kala ketika Spexsolid masih utuh..
Walaupun sekarang pun aku tetap sama sayangnya pada laskar yang telah berubah kostum..
Aku juga tahu, Spexsolid yang sekarang tetap aku banggakan, bahkan lebih ku rindukan karena aku baru menyadari kehilangan..
Satu per satu bayang menyelusup kalbuku...
ku ingat satu-satu teman kamarku..
kamar 3 asrama 5 lantai 2 yang secara ajaib nasib membawaku pada kamar yang cuma beda satu dengannya,
kamar 2 asrama 4 lantai 1

yang telah melang-lang buana...
1.Fhyna, atas ranjangku setahun penuh, sesama pecinta biru, sesama mata empat, sesama pintar merangkai kata [GR], sesama berkulit kuning lansat [GRku lagiii.. haha], sesama orang ondeng [kidding fhyn,,], pokoknya orang yang peduli banget deh ama aku..

2.Shafwa, selalu baik dan jadi peri penolong buatku selama bertahun-tahun ini, suka membantuku dalam keadaan kuminta maupun tidak, dan tidak ikut campur dalam keusilan yang dibuat teman kamarku yang lain..

3. Nunu, sering banget jadi orang yang paling pengertian atas apa yang ada di dalam pikiranku [bisa kayaknya na baca pikiranku], orang yang paling pintar menebak lalu menyebar rahasiaku, juga jadi yang paling kukuh menguras kilat isi boksku..

4. Nanda, sering membantuku, dan memaksaku mengakui kalau dia ngak pernah menggangguku, serta kadang menyuruhku untuk cuhat ama dia..

5. Sarah, kerjanya akhir-akhir masa putih biru itu ngeluyur ke kamar sebelah, tapi jujur kadang dia juga baik dan menyenangkan [dat marah jko Sarah ku bilang begini?]

6. Rika, sang samsonwaty yang merangkap jadi juru tulis dan tukang gambar sekaligus di kamarku. Multifungsi ini sering dikenang kalau galon datang dan aku kewalahan.Tapi selain itu, juga jadi yang terheboh dan suka menciptakan masalah buatku..

Tapi yang lebih lagi adalah teman-teman kamarku yang lanjut, yang masih juga melanjutkan kegiatan menindas secara kejam mereka tak jenuh-jenuh dari tahun 2007 hingga kini..
1. Fikha, teman samping ranjangku yang kerajingan dan hobbi membaca buku pusaka karyaku seperti dia membaca novel. Heran, kenapa sih bahagia banget mengincar mangsanya sejak satu artikel berharga nampak telah selesai kuukir di kertas. Gemas banget rasanya dibegitukan sama sahabatnya Mega ini. [peace] Dia sih curhat juga ama aku, tapi karena dia bukan introvert, jadi tidak ada yang bisa jadi rahasia. Beda tuh ama aku..

2. Fuah, mantan teman duduk yang ada di bawah ranjangku ini adalah lawan adu argumen dan kawan berkelahiku hampir saban hari. Paling doyan tuh kalau lihat aku pontang-panting compang-camping memarahinya..

3. Aulia, si ketua kamar yang bukannya menengahi, malah ikut ambil adil besar dalam proses penggeledahan kitab-kitabku. Meski jujur aja, dia juga jadi yang paling perhatian terhadap hal-hal sepele tentangku.. [sori klu itu trnyata cma aku y GR dan ngak gitu knyataannya]

4. Iymha, waduh kayaknya mesti aku teplokin kepalanya Iymha pake panci...[kidding kog] Lagian, nyaris tiada hari tanpa PUKULAN MANIS dan PERMEN PEDAS tanpa sebab musabab yang dilayangkan darinya tak bosan jua..

5. Tamhy, aih, tak perlu dikata, kalau orang ini tidak menjadi anggota laskar usil. Mentang-mentang tapak suci, napasareang mki jurusnya. Tapi kalau kubiarkan aset-asetku direbut begitu saja, anda salah. Walau dengan lemah dan rapuh, ku kan menerjang meski bila kalut aku cuma bisa jumpalitan, berguling-guling serta beratraksi menghadapinya.

6. Rofiqah, meski jarang-jarang terjun ke medan, dia juga pernah mencorat-coret, mengukir sana sini karya ciptaannya di kayu-kayu ranjangku. Strees! tiada jenuhkah mereka memandang ranjang penuh tinta spidol, pupen, dan pensil segala jenis, segala merk yang tercipta di kamar 3???

7.Irmayanty, biarpun baru sah menjadi anggota kamar kami pada tahun 2008, aku menganggapnya sama seperti teman kamarku yang telah empat tahun kami bersama [ceileh..] Lagi pula karakter manja dengan pipi chubbynya itu, Irma makin menggemaskan dengan segemas-gemasnya. Dan orang paling tinggi semampai di kamarku inilah yang paling Fhyna rindu. Tapi apa daya, jarak yang jauh membentang. Dipisahkan oleh perbedaan daratan [baca:pulau] dan dijauhkan oleh hamparan laut jawa yang membentang.


Arggghhh..
sudah.
sudah..
sudah...
aku sudah tidak sanggup mengetik lagi..

2010/09/30

Tinggi Bagai Bintang Bukan Awan

Dalam sebuah mahfuzat dikatakan,

Rendah hati, dan jadilah bintang yang menjulang di langit. Walau dalam bayangan air sekalipun ia tetaplah menjulang tingg. Dan janganlah menjadi awan yang terbang ke langit. seakan-akan tinggi, padahal tidak ada isinya apa-apa.


Bintang.
Saat malam tiba, ketika kegelapan menyelimuti penduduk bumi, ia berkelap-kelip menerangi langit. Ia adalah sumber cahaya yang membuat kegelapan menjadi indah. Bintang akan selalu menjulang, walaupun terlihat dari bayangan air di permukaan bumi.


Awan.
Berarak putih atau hitam, terbang bergumpal-gumpal seakan ialah yang tertinggi di dunia ini. Seakan tidak ada lagi yang lebih tinggi darinya. Padahal awan tidak lebih sekadar batas pandangan menusia di langit. membumbung tinggi tapi kosong.

Ada dua pilihan buat hidup kita di masa depan: mau jadi bintang atau menjadi awan. Mengembangkan diri dengan penuh prestasi, atau mengembangkan diri dengan sensasi tanpa prestasi.

Bintang adalah sang juara. Ia mempunyai sumber cahaya dalam dirinya. Ia mempunyai keunggulan yang membuatnya mampu bertahan di tengah kompetisi yang ketat. Seorang bintang tidak bicara sekedar omongan, tapi dia bicara prestasi dan hasil kerja yang memadai. Seperti bintang yang menerangi langit di malam hari, dia mampu mentransformasikan pengalaman , wawasan, dan ketermpilan yang dimilikinya menjadi kekuatan bagi orang-orang disekitarnya. Seperti gugusan bintang bagi para pelaut, sang bintang mampu mengarahkan kondisi ke jalan yang lebih baik. Seperti bintang yang mewarnai kegelapan malam dengan cahayanya yang terang benderang. Walaupun keadaan malam begitu kelam, kehadiran bintang membuat keeklaman itu menjadi lebih berwarna. Seorang bintang harus bisa membuat suasana menjadi lebih dinamis.

Sebaliknya awan, ia melayang ke langit bukan karena bobotnya tapi karena ringannya. Ia selalu ingin terlihat tinggi dimata teman-temannya. Dihargai, dihormati, didengarkan dan dipandang sebagai orang yang berprestasi.. Meskipun hal itu tidak didukung dengan kondisi sebenarnya.

Jangan sampai keinginan untuk dihargai dan dihormati menjadikan kita tinggi hati. Karena sebaik apapun prestasi kita, secantik apapun diri kita, segaenteng apapun wajah kita, sepintar apapun kita, tidak ada alasan sedikitpun untuk menjadikannya sebagai dasar kesombongan. Karena itu semua hanyalah aspek duniawi yang tak abadi. Titipan tuhan yang harus dipergunakan sebaik mungkin.

Jika kita menjulang-julangkan diri ke atas langit, alih-alih ingin menjadi bintang, kita bisa terjebak untuk menjadi awan. Terbang seakan-akan tinggi ke angkasa padahal kosong belaka isinya.

*Man Jadda Wajada dengan banyak perubahan*


2010/08/24

Semu

untuk apa mengejekku begitu?
aku bahagia dalam tangisku
aku damai dalam kesendirianku
aku menikmati kepiluan selagi aku masih bisa menikmatinya
sebelum aku tak bisa merasakan kebahagiaan apa-apa lagi nanti
aku bukan mutlak tidak pernah bahagia,
itu bagus
jika saja tidak terlalu menyakitkan untuk mengetahui
kebahagiaan itu semu
cih?!
apa yang salah?
mestikah aku tak berpura-pura tertawa terbahak-bahak
mestikah aku tak berpura-pura aku baik-baik saja?
hah..
bulshit semua!
hitam.
merah pekat.